Friday, March 26, 2010

SEORANG BIASA MENJADI LUAR BIASA

Jika anda seorang ibu rumah tangga yang berjiwa dinamis jangan berkecil hati. Ibu rumah tangga dengan aktivitas mulia di dalam rumah sehingga kegiatan untuk mengekspresikan diri terutama diluar rumah hampir tidak memiliki waktu. Belum lagi pandangan masyarakat bahwa wanita karir lebih dihargai dibandingkan ibu rumah tangga. Adakah seorang wanita yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga sejati? Pasti jarang. Kebanyakan ibu rumah tangga sejati karena kepepet pilihan terakhir setelah melamar kerja dimanapun tidak berhasil atau faktor lainnya. Termasuk saya sendiri sempat minder tidak percaya diri. Namun sekarang kunikmati karena merupakan kebahagiaan tersendiri yang harus disyukuri. Sejalan dengan perubahan zaman saya juga menyadari bahwa wanita sebaiknya juga dapat berpenghasilan sendiri baik sebagai wanita karir atau tidak agar dapat mandiri. Sehingga saya tetap bercita-cita untuk dapat berpenghasilan sendiri. Namun, untuk saat ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga sejati adalah yang terbaik. Sebenarnya banyak kisah yang dapat dijadikan inspirasi baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya ada dalam dalam buku berjudul " Harus Bisa : Seni Memimpin Ala SBY" ditulis oleh Dr Dino Patti Djalal. Pada salah satu bagian buku dituliskan kisah seorang gadis muda asal Amerika berprofesi guru Bahasa Inggris di Mexico yang biasa menjadi seorang luar biasa. Jody Williams adalah pemimpin yang unik. Ia tidak punya kekuasaan formal, bukan Presiden atau Menteri Luar Negeri. Namun dari ruang kerjanya dengan menggunakan komputer dan bercelana jeans, gadis muda ini berhasil memimpin suatu gerakan internasional secara inovatif dan efektif membentuk jaringan luas,menggalang dukungan, mengumpulkan dana, membentuk opini dunia, menekan pemerintah, dan akhirnya menelorkan suatu perjanjian internasional yang dipatuhi oleh negara-negara dunia. Sungguh luar biasa untuk seorang guru bahasa Inggris ? Cerita dimulai suatu ketika Jody tiba-tiba menjadi sangat tertarik terhadap masalah ranjau darat yang membuat jutaan anak diberbagai wilayah konflik menjadi cacat. Timbul ide fantastis di benaknya, bagaimana kalau dunia punya perjanjian internasional yang melarang ranjau darat ? Tahun 1992, Jodi mulai menginovasikan ide melalui kampanye menentang ranjau darat yang disebut " International Campaign to Ban Landmines" (ICBL). Awalnya banyak yang meremehkan upaya ini. Namun, walaupun kampanye dengan segelintir orang mereka menggunakan email dan internet. Melalui komunikasi email hanya dalam beberapa tahun, kampanye ICBL berkembang pesat dan dapat menjaring 1000 LSM di 60 negara. Setelah bertahun tahun berkampanye secara intensif akhirnya ICBL berhasil menggolkan suatu perjanjian internasional antar pemerintah yang melarang ranjau darat tahun 1997. Atas prestasinya, Jody memenangkan nobel perdamaian tahun 1997. Semoga menjadi inspirasi bagi para ibu rumah tangga pada khususnya. Bahwa, seorang ibu rumah tangga tanpa karir diluar rumah mampu menjadi luar biasa melalui sentuhan kasih sayang dan pendidikan di usia dini bagi anak-anaknya. Hal ini sebagai bekal masa depan anak-anak kita meraih mimpi dan cita-cita. Siapa tau ada salah seorang dari anak-anak kita yang mampu menaklukan dunia. Amin

No comments:

Post a Comment